Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan

konsep Dasar Wireless LAN

wireless Network, WiFi
S
udah beberapa hari ini saya berhenti memuat artikel karena kesibukan Off-line yang numpuk dan harus segera diselesaikan, terlintas dalam benak untuk memaparkan artikel tentang wireless lan. paparan ini akan menjelaskan seputar jaringan non kabel.

KONSEP DASAR JARINGAN WIRELESS LAN
Pengertian :
Jaringan Wireless LAN adalah jaringan LAN yang di bangun dengan menggunakan media transmisi Gelombang Radio. dimana setiap Host harus di lengkapi dengan Adapter wireless ( alat yang berfungsi untuk menerima dan mengrim informasi melalui gelombang radio.

Seperti hal-nya jaringan LAN, wireless LAn juga memiliki kelebihan dan Kelemahan, berikut paparan selengkapnya :
Kelebihan jaringan wireless LAN :

  • Mobility : Artinya , dengan jaringan wireless LAN administrator jaringan dapat memberikan layanan yang lebih nyaman bagi pengguna jaringan, dimana jaringan dapat di akses dari mana saja selama masih berada dalam jangkauan wireless dan tidak di pusingkan dengan masalah pengkabelan
  • Reduced Cost-of-Ownership : pada point ini sekilas kelihatan janggal, tentang pembiayaan untuk jaringan wireless LAN memang lebih mahal dari jaringan Kabel, namun jika di lihat secara keseluruhan akan terlihat bahwa selama penggunaan, jaringan wireless LAN akan lebih murah, untuk penggunaan jaringan secara dinamis yang memerlukan perpindahan tempat pengguna jaringan 

  • Scalability : Wireless LAN dapat dikonfigurasikan dalam berbagai macam topologi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan user yang beragam. Konfigurasi dapat dengan mudah diubah mulai dari jaringan peer-to-peer yang sesuai untuk jumlah pengguna yang kecil sampai ke full infrastructure network yang mampu melayani ribuan user dan memungkinkan roaming dalam area yang luas.
Kelemahan jaringan Wireless LAN :

  • Memerlukan pengamanan tambahan : Pada sistem Wireless LAN memiliki sistem keamanan yang terbatas ( sampai pada layer 2 ), maka dari itu untuk lebih mengamankan jaringan di belakang Wireless LAN diperlukan pengamanan tambahan.
  • Tingkat Kecepatan : Umumnya jaringan Wireless LAN menyediakan data rate hingga 54 Mbps dan 11 Mbps, namun pada kenyataannya transmisi ini dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, sehingga membuat tingkat kecepatan pada Wireless LAN tidak terlalu baik / kurang maksimal.
  • Topologi ruangan dan cuaca : Pada sistem WLAN ini topologi ruangan, daerah dan cuaca sangat berpengaruh terhadap kualitas sinyal karena pada sistem ini yang digunakan adalah medium radio sehingga akan mengalami delay dari Wireless LAN.
  • Harga WLAN : Harga-harga komponen Wireless LAN saat ini masih cukup tinggi, dan membutuhkan biaya yang sangat besar serta perencanaan yang tepat dan efisien dalam implementasinya.

 
Cara kerja Wireless LAN
Jaringan Wireless LAN akan saling bertukar informasi menggunakan electromagnetic airwaves atau sering disebut radio atau infrared,dan tidak tergantung pada sambungan secara fisik. Wireless LAN menggunakan standar protokol Open System Interconnection (OSI) yang memiliki tujuh lapisan ( layers ), dimana lapisan pertama adalah sebagai lapisan fisik yang mengatur segala hal yang berhubungan dengan dengan media transmisi.

Bentuk Media Transmisi yang digunakan oleh Wireless LAN :
  • Infra Red ( IR ) :  Infrared banyak digunakan pada komunikasi jarak dekat, seperti IR pada remote control ( untuk televisi ) atau IR pada handphone ( untuk mentransfer data ). Dengan menggunakan IR harga lebih murah, lebih bersifat directional, gelombangnya mudah dibuat, tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, memiliki fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh cahaya matahari. WLAN dengan IR memiliki tiga macam teknik yaitu Diffused IR ( DFIR ), Directed Beam IR ( DBIR ), dan Quasi Diffused IR ( QDIR ).

  • Radio Frequency ( RF ) : Radio frequency lebih populer untuk koneksi jarak jauh dibandingkan dengan Infrared, karena bandwidthnya lebih tinggi dan cakupannya lebih luas.Wireless LAN menggunaka RF karena jangkauannya yang jauh, dapat menembus tembok,mendukung mobilitas yang tinggi, mendukung teknik handoff,dan dapat digunakan diluar ruangan. 

Topologi jaringan Wireless LAN :

  • Infrastucture : Artinya adalah terdiri dari server dan beberapa terminal pengguna, dimana komunikasi antara terminal harus melalui server terlebih dahulu. Nama lain dari topologi ini adalah star network atau hub based. Dengan menggunakan topologi ini dapat mencakup daerah yang cukup luas, transmisi relatif efisien, dan desain terminal pengguna cukup sederhana karena kerumitan ada pada server, kelemahan topologi ini delay nya besar dan jika server rusak maka jaringan tidak dapat bekerja. ciri dari topologi ini akan selalu terdapat Perangkat Access Point sebagai Konsentrator Jaringan
  • Peer to Peer : Topologi ini dapat mendukung operasi mobile dan merupakan solusi ideal untuk jaringan Ad hoc, disebut juga peer to peer , dimana semua terminal berkomunikasi satu sama lain tanpa memerlukan server. Topologi ini kebalikan dari topologi yang diatas dimana apabila salah satu terminal rusak maka jaringan tetap berfungsi, delay kecil, kompleksitas perencanaan minim, kelemahannya adalah tidak memiliki unit pengontrol jaringan.
Berikutnya kita akan pelajari cara pembuatan jaringan Wireless LAN dari masing-masing Topologi diatas, mulai dari Peer to Peer ( dari Host Ke Host ) samapi pada pembuatan sebuah HotSpot. Jangan lelah untuk Belajar karena ilmu tidak ada Habisnya jika Kita memiliki Cukup Niat untuk mengembangkanya


Setting Mikrotik untuk 2 jaringan Lan

D
alam Pembelajaran kali ini kita akan membahas belajar tentang bagaimana melakukan setting dasar pada sebuah mikrotik Router untuk menghubungkan 2 buah jaringan. sebelumnya melanjutkan saya sarankan anda untuk memahami dulu dasar-dasar mikrotik dan cara intalasi mikrotik, karena pada pembahasan ini kita hanya melakukan setting pada sebuah PC yang sudah terinstal sistem operasi mikrotik ( saya menyebutnya dengan PC router ).



Mari kita mulai .... mariiiiiiiiiiiiiiiiiiii :
sebelum melakukan setting, sangat baik untuk kita ketahui tentang beberapa direktori penting pada mikrotik

Pertama : Direktori Interface
pada Direktori ini kita akan memberikan nama pada setiap interface, dimana nama dari tiap-tiap interface akan merujuk pada masing-masing jaringan yang terhubung pada interface tersebut

Kedua : Direktori IP Address
dimana kita akan memberikan sebuah IP untuk setiap interface ( ethernet ) yang ada, pastinya akan lebih dari satu buah ethernet ( NIC )

Persiapan :
Untuk memudahkan kita belajar setting mikrotik silahkan anda siapkan beberapa perlengkapan sebagai berikut :
  1. 1 Buah PC Router dilengkapi dengan 2 buah NIC ( ethernet ) yang telah aktif
  2. 2 buah komputer workstation
  3. 2 buah media transmisi jaringan ( kabel twisted pair jenis CrossOver ) lengkap dengan konekto RJ45 pada masing-masing ujungnya
langkah setting  pertama : Mengubah nama setiap interface
  1. Nyalakan PC router dan silahkan log in ke dalam-nya
  2. Pada Direktori Utama ketikkan perintah Interface set 0 name=lan1 tekan ENTER , langkah ini akan mengubah nama ethernet pada posisi 0 dari nama ether1 menjadi lan1 , yang nantinya akan kita hubungkan dengan jaringan lan 1
  3. ketikkan juga perintah interface set 1 name=lan2 tekan ENTER , langkah akan mengubah nama ethernet pada posisi1 dari nama ether2 menjadi lan2, ethernet ini nanti akan terhubung dengan jarngan lan2
  4. ketikkan perintah interface Print atau interface pr, perintah ini untuk melihat hasil dari pemberian nama pada setiap interface yang kita lakukan pada point 2 dan 3
Sangat Penting :
saat kita memasang dua buah NIC pada PC Router, anda dituntut untuk mengetahui NIC mana yang ada pada posisi 0, posisi 1 dan seterusnya, karena meskipun setting yang anda lakukan benar kedua jaringan tidak akan terhubung jika kita salah dalam melakukan koneksi secara fisik, contoh
: jika jaringa lan 1 yang seharusnya terhubung pada ethernet 0 / interface lan1, namun dalam pemasangan kita salah menancapkan, artinya jaringan lan1 kita hubungkan dengan ethernet1 / interface lan2.
untuk menentukan hal ini silahkan cermati paparan saya berikut :
Jika Motherboard pada PC router anda memiliki Onboard NIC, maka NIC onborad tersebut akan berada pada posisi 0 jika tidak maka anda harus memperhatikan slot PCI motherboard yang anda gunakan untk memasang NIC, aturanya, Slot PCI paling atas akan berada pada posisi 0 di bawahnya adalah posisi 1 di bawahnya lagi posisi 2 dan seterusnya

langkah setting kedua : memberikan ip pada setiap interface
  1. pada Direktori Utama ketikkan perintah ip address add address=192.0.0.1/24 interface=lan1 tekan ENTER, untuk memberikan ip pada ethernet lan1
  2. kemudian ketikkan perintah ip address add address=10.0.0.1/8 interface=lan2 tekan ENTER, langkah memberikan ip pada ethernet lan2
  3. selanjutnya ketikkan perintah ip address print atau ip address pr, untuk melihat hasil konfigurasi pemberian ip pada masing-masing ethernet ( NIC ).
  4. sekarang nyalakan PC workstation anda, untuk PC workstation pertama silahkan lakukan konfigurasi ip dengan ketentuan sebagai berikut : ip = 192.0.0.2 , subnetmask = 255.255.255.0 , gateway = 192.0.0.1, hubungkan PC workstation pertama dengan PC router, terhubung pada ethernet lan1
  5. berikutnya nyalakan PC workstation yang kedua, silahkan lakukan konfigurasi ip dengan ketentuan sebagai berikut, ip = 10.0.0.2 , subnetmask = 255.0.0.0 , gateway = 10.0.0.1
Langkah Pengetesan Hasil konfigurasi :
  1. Buka jendela Command Prompt pada setiap PC workstation anda
  2. pada jendela Command Prompt PC workstation pertama silahkan ketikkan perintah ping 10.0.0.2 -t
  3. pada jendela Command Prompt PC workstation kedua silahkan ketikan perintah ping 192.0.0.2 -t
  4. jika anda mendapati hasil ping = replay bla bla bla bla , artinya anda sudah bisa menghubungkan 2 buah jarinan melalui PC router
  5. selanjutnya silahkan anda coba untuk menghubungkan antara PC workstation 1 dan 2 secara langsung ( catatan : biarkan proses pada jendela Command Prompt masing-masing PC berjalan )
  6. lihat yang terjadi, kedua PC tersebut tidak akan terkoneksi karena di anggap sebagai jaringan yang berbeda
  7. jika pada point 2 dan 3 anda mendapati ada salah satu PC yang request time out, coba anda matikan firewall pada masing-masing PC workstation
Pembelajaran ini adalah dasar, dimana kita hanya menghubungkan 2 buah PC Workstation yang dianggap berada pada jaringan yang berbeda, jika terdapat banyak komputer pada masing-masing jaringan anda cukup mengganti kabel dengan jenis Straight dan menggunkan HUB sebagai konsentrator pada tiap-tiap jaringan

selanjutnya kita akan belajar memberikan setting DHCP pada setiap ethernet PC router, sehingga kita tidak perlu melakukan setting konfigurasi pada setiap PC workstation yang terhubung, serta akan kita kembangkan pembelajaran ini pada tahap koneksi internet dan pembagian Bandwith untuk tiap-tiap jaringan yang terhubung. nantikan pembelajaran selanjutnya


IP Address

I
P Address adalah kombinasi deretan bilangan biner yang di gunakan sebagai alamat sebuah komputer dalam suatu jaringan. kombinasi angka ini memiliki panjang 32 s/d 128 bit yang terbagi dalam oktet, dimana pada tiap oktet akan memiliki 8 bilangan biner dan antar oktet dipisahkan oleh titik. pada sebuah jaringan komputer diharuskan untuk menghindari kesamaan penggunaan ip address pada tiap komputernya, karena komunikasi jaringan akan terganggu khususnya komputer yang memiliki kesamaan ip address.

ip address sendiri memiliki dua versi
  • ipv4
adalah ip address yang memiliki panjang alamat 32 bit angka biner, di bagi menjadi 4 oktet sehingga tiap oktet memiliki 8bit angka biner. jumlah keseluruhan ipv4 adalah 2 pangkat 32, atau kurang lebih terdapat 4 milyar
Format penulisan ip address sebagai berikut :
00000000.00000000.00000000.00000000
ip address akan di kelompokkan dalam kelas-kelas ip, yaitu :

ip address kelas A
ip address kelas A oktet pertama yang berjumlah 8bit akan dijadikan sebagai alamat network ( network ID ) sedangkan 3 oktet terakhir menjadi alamat Host ( Host ID )
ip yang termasuk kelas A mulai dari 0.0.0.0 s/d 126.255.255.255, dengan jumlah ip address yang dimiliki pada tiap network kelas A adalah 16juta Host (255 x 255 x 255 ), ip kelas ini sering digunakan untuk jaringan yang besar / luas dan memiiki banyak host yang terhubung jaringan
format penulisan :
nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
subnetmask defaultnya adalah 255.0.0.0

ip address kelas B
menggunakan 2 oktet pertama sebagai alamat Network, dan 2 oktet terakhir sebagai alamat Host, sehingga jumlah ip address yang dimiliki akan lebih sedikit dari pada kelas A
dimana anggota ip-nya mulai dari 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255, jumlah total ip yang dimiliki tiap network kelas B adalah 65ribu host ( 255 x 255 )
format penulisan ip :
nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
subnetmask defaultnya adalah 255.255.0.0

ip address kelas C
adalah ipv4 yang memiliki jumlah host per network paling sedikit berjumlah 255 host.  dimana 3 oktet pertama akan menjadi alamat network dan 1 oktet terakhir sebagai alamat Host, umum digunakan untuk jaringan kecil seperti LAN
anggota ip-nya mulai dari 192.0.0.0 s/d 223.255.255.255
format penulisan ip :
nnnnnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
subnetmask defaultnya adalah 255.255.255.0

ip address kelas D
Adalah ip yang digunakan untuk keperluan multicasting yaitu  sebuah teknik di mana sebuah data dikirimkan melalui jaringan ke sekumpulan komputer yang tergabung ke dalam sebuah grup tertentu, yang disebut sebagai multicast group. Multicasting merupakan sebuah cara mentransmisi data secara connectionless yaitu komunikasi yang dapat terjadi tanpa adanya negosiasi pembuatan koneksi.
yang termasuk pada ip kelas D mulai dari 224.0.0.0 s/d 239.255.255.255

ip address Kelas E
ip kelas ini tidak diperuntukkan untuk keperluan umum, alamat ini bersifat eksperimental / percobaan, artinya belum digunakan, anggota ip-nya mulai dari 240.0.0.0 s/d 255.255.255.255

  • ipv6
adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol Internet versi 6. panjang deretan biner-nya adalah 128bit biner, memiliki jumlah total ip 2 pangkat 128. digunakan untuk jaringan bertaraf teritori internasional, diadakanya ip sebanyak itu bertujuan agar persediaan ip tidak habis dalam pemakaian untuk beberapa masa kedepan.
salah satu contoh IPV6 adalah 21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a


sebagai catatan untuk alamat ip 127.0.0.0 s/d 127.255.255.255 tidak dapat digunakan untuk host pada jaringan komputer karena telah ditetapkan sebagai alamat Loopback / ip localhost dimana paket yang di transmisikan ke ip ini akan kembali diterima oleh buffer computer itu sendiri tanpa ditransmisikan ke media jaringan


Membangun Jaringan LAN

Artikel kali ini akan membahas tentang cara membangun jaringan LAN. dalam pembuatan jaringan kita akan dikenalkan pada Topologi, Topologi adalah jenis dari pada jaringan komputer, Topologi harus kita pilih dalam pembentukan suatu jaringan komputer, dalam pemilihan Topologi ini kita di hadapkan pada materi Dana keuangan , karena dari berbagai jenis Topologi itu sendiri menentukan Harware jaringan yang berbeda - beda ( diluar PC yang akan dibentuk jaringan ).

sebelum kita membahasa lebih lanjut tentang jaringan komputer, kita akan mengulas dulu satu persatu hardware yang diperluan dalam pembuatan jaringan
  • Kabel jaringan

 Kabel jaringan ini berfungsi sebagai media penghubung antar komputer. bisa langsung dari komputer ke komputer atau dari komputer ke Swicth HUB . pemilihan kabel jaringan pun harus hati -0 ati untuk mendapatkan kecepaan transfer data yang cukp cepat.  sampai saat ini merk Beldon USA dinilai paling baik dalam transfer data dalam jaringan. merk ini ada 2, Beldon USA dan Beldon Australia, Beldon Austrralia memiliki kecepatan yang sama dengan merk Lokal jd jangan sampai tertipi dengan merk Beldon, hanya saja Beldon USA harganya relatif lebih mahal dari kabel lokal.
ada 2 macam penyusunan kabel UTP pada konektor RJ45

  • Konektor RJ45

adalah hardware yang dipasang pada ujung kabel jaringan yang berfungsi agar kabel dapat dihubungkan pada NIC ataupun Switch HUB. sebenarnya banyak jenis konektor yang dapat digunakan untuk pemasangan suatu jaringan, di sini kita ambil contoh RJ45, yaitu konektor yang akan kita gunakan untuk membentuk jaringan dengan topologi Star. jenis dari konektor ini pun ermacam - macam dari segi kecepatan.

  • Switch HUB / HUB

jika kita hanya memakai 2 PC ( personal Computer ) maka kita dapat langsung menghuhubungkanya melalui media kabel saja tanpa memakai Switch HUB, namun jika ada lebih dari 3 komputer yang akan kita hubungkan maka kita memerluan alat ini untuk dapat menghubungkan semua PC agar dapat terkoneksi dan saling berhubungan. Switch HUB memiliki beberapa jenis, dari kecepatan, jumlah port, dan merk adalah sesuatu yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kecepatan jaringan yang maksimal. semakin banyak PC yang akan kita hubungkan maka akan semakin banyak jumlah Port dalam switch HUB yang kita perlukan

  • NIC ( Network Interface Card )

Adalah hardware yang digunakan untuk memberikan alamat pada tiap PC, umumnya sekarang ini banyak motherboard yang telah dilengkapi dengan NIC sehingga kita tidak perlu susah payah menambahkan NIC external untuk dipasangkan pada PC.  akan tetapi pada umumnya hanya untuk konektor jenis RJ45, jarang sekali kita temukan motherboard yang dilengkapi dengan NIC untuk konektor lain seperti BNC,





rangkaian Diatas adalah Beberapa hardware yang diperlukan dalam pembuatan jaringan komputer dengan topologi Star yang akan kita bahas.

sekarang kita akan mulai pembahasan pemasangan jaringan mulai dari instalasi komputer worksatation.
langkah pertama adalah memasang OS ( operating system ) pada setiap Work station, disini kita pakai Windows XP sebagai pembelajaran awal, nanti dapat kita kembangkan pada LINUX atau yang lain.
sebelum melakukan instalasi OS pada PC Workstation pastikan dulu instalasi Hardware pada masing - masing PC. setelah semua OK lakukan instalasi OS dengan benar satu persatu.

jika langkah diatas telah berhasil dilakukan lakukan pemasangan Konektor pada ujung kabel, karena kita, anggap kita memiliki lebih dari 2 PC yang akan kita hubungkan, sehingga bentuk dari pemasangan kabel pada konektor adalah Straight lihat perbedaan pemasangan antara Straight dengan Cross



sideA >> Kabel Straight   sideB >> Kabel Crosover



















Dari dua jenis kabel diatas mempunyai fungsi masing - masing
Kabel straight digunakan untuk menghubungkan komputer ke switch HUB
sedangkan kabel Crosover digunakan untuk menghubungkan Komputer ke komputer tidak melalui switch HUB.
warning : perbedaan ada ada susunan peletakan warna kabel.

setelah kita berhasil memasang konektor pada kabel ,sekarang kita pastikan konektor terpasang denga benar, gunakan tester konektor untukmemastikanya,

alat untuk melihat bahwa konektor terpasang dengan benar seperti gambar di samping.

setelah kabel kita ready ( koneknya bagus ), hubungkan semua komputer ke switch HUB dengan media kabel yang telah kita buat tadi. pastikan bahwa Switch HUB pada kondisi ON. langkah terakhir kita lakukan setting ip untuk jaringan, pada masing - masing PC buka Control Panel - Network Connection - pilih local area connection. buka properties pada local area connection maka akan ada tampilan seperti pada gambar ini :


Setelah keluar jendela seperti gambar disamping pilih Internet Protocol ( TCP/IP ), lalu tekan Properties










Setelah muncul jendela berikutnya setting IP seperti pada gambar, berikan IP 192.168.1.2 pada komputer pertama 192.168.1.3 pada komputer ke2 dan seterusnya berurutan, pastikan subnetmask yang terpakai adalah 255.255.255.0 lalu OK.






berikutnya Klik kanan pada MyComputer pilih Properties
pilih dan klik Change untuk merubah ama komputer serta menyamakan Workgroup-nya
maka akan keluar jendela seperti dibawah ini :

Pada komputer pertama berikan nama pada Computer name > komputer1
lakukan berurutan untuk komputer ke2 dan seterusnya

pastikan Tulisan WORKGROUP yang ada pada kotak workgroup, jika bukan maka ganti tulisan dengan WORKGROUP
lakukan hal yang sama pada semua komputer , dan pemasangan jaringan telah selesai untuk testing apakah komputer telah terkoneksi satu dengan yang lain lakukan test di bawah ini


  • buka start menu pilih Run ketikan cmd dan ok
  • setelah keluar jendela Command berwarna hitam , dari komputer 1 ketikan > ping 192.168.1.3
  • jika keluar replay dari komputer yang memiliki IP 192.168.1.3 maka komputer telah terkoneksi dengan baik
  • lakukan hal yang sama untuk semua komputer pastikan replay dari masing - masing komputer
Silahkan tinggalkan pesan anda jika mengalami kesulitan


Hardware Jaringan

Hadware jaringan adalah setiap komponen / perangkat keras yang digunakan untuk membangun jaringan komputer. penggunaan hardware jaringan sendiri akan sangat tergantung dengan topologi jaringan yang di gunakan, tidak semua hardware akan di pasang pada sebuah topologi :


beberapa hardware jaringan yang pokok adalah :
  1. Server : komputer dengan spesifikasi khusus yang memliki peran sebagai hardware yang memberikan pelayanan pada keseluruhan anggota jaringan termasuk mengkoordinir akses antar komputer
  2. Workstation : adalah komputer operator mampu berdiri sendiri ( meski tidak terhubung jaringan )
  3. Kabel jaringan : adalah media transmisi sebagai penghantar  arus informasi didalam jaringan komputer
  4. HUB / Switch : alat yang di jadikan sebagai konsentrator jaringan ( alat ini hanya di pakai pada topologi STAR )
  5. Bridge : adalah komponen yang di gunakan untk menghubungkan 2 atau lebih jaringan yang berbeda topologi
  6. router : komponen jaringan yang mampu menghubungkan 2 atau lebih jaringan komputer yang memiliki protokol yang sama
  7. NIC : komponen jaringan yang terpasang pada Server maupun workstation sebagai penghubung secara fisik ke jaringan
  8. T Connector, komponen yang di gunakan untuk memberikan percabangan arus data ( pada topologi BUS )
  9. Wireless Adapter : komponen yang di gunakan untuk mehubungkan komputer pada jaringan melalui media Transmisi gelombang radio
  10. Access Point : di gunakan untuk konsentrator jaringan wireless lan dengan topologi infrastruktur
pada penerapanya dapat anda Baca artikel langkah membangun Jaringan LAN


Jaringan Komputer

Jaringan Komputer adalah Hubungan 2 atau lebih komputer ( otonom ) melalui media transmisi jaringan untuk berbagi informasi dan sharing  resource. istilah komputer otonom adalah sebuah PC atau komputer yang mampu berdiri sendiri dalam arti tidak tergantung dari perangkat lain.

secara garis besar jaringan komputer dibentuk berdasarkan sebuah topologi. pengertian Topologi jaringan adalah suatu cara untuk menghubungan komputer satu dengan yang lain sehingga membentuk sebuah jaringan komputer.


Berdasarkan bentuknya, jaringan dibedakan dalam beberapa Topologi diantaranya :
  • Topologi BUS : yaitu topologi yang menghubungkan jaringan dengan menggunakan kabel utama jaringan, dan setiap PC workstation maupun server akan terhubung  pada kabel utama tersebut serta memiliki bentuk fisik pada awal dan akhir kabel jaringan ( berupa terminator )
  • Topologi Token Ring : yaitu topologi yang menghubungkan setiap node atau Host sehingga berbentuk ring atau lingkaran
  • Topologi STAR yaitu Topologi jaringan yang menghubungkan setiap komputer pada sebuah hardware yang memliki kemampuan untuk mengontrol koneksi antar komputer ( Hardware tersebut bisa berupa HUB atau Switch )
pada setiap topologi pasti akan terdapat kelebihan dan kelemahan :

Topologi BUS :
Kelebihan :
  1. murah, karena komponen jaringan yang  digunakan  tergolong dapat dijangkau harganya
  2. hemat Kabel
  3. mudah dalam melakukan instalasi jaringan
  4. penambahan komputer atau perbaikan komputer dalam jaringan tidak mengganggu komputer lain
kelemahan :
  1. kecepatan jaringan maksimal hanya 10mbps, karena kabel yang digunakan adalah jenis Coaxial ( kabel Antena )
  2. membutuhkan terminator sebagai pemamtul sinyal pada setiap ujung kabel utama
  3. membutuhkan tambahan alat berupa T Connector

Topologi Token Ring :
Kelebihan :
  1. Kecepatan jaringan yang handal, setiap node akan selalu berperan dan memperbarui sinyal dalam proses transfer jaringan
  2. hemat biaya
Kelemahan :
  1. perbaikan atau penambahan harus mematikan jaringan
  2. sangat sulit untuk mendeteksi kesalahan jaringan
  3. kurang fleksible
Topologi STAR ( Bintang ) :
kelebihan :
  1. Paling Fleksibel di antara topologi yang ada
  2. Mudah mendeteksi kesalahan
  3. kecepatan hingga 100mbps, karena sudah menggunakan kabel twisted pair
Kelemahan :
  1. Peka Noise
  2. Boros Kabel
  3. memerlukan repeater untuk jarak jauh
Berdasarkan distribusinya Jaringan komputer id bedakan menjadi 2 :
  • Client-server , adalah jaringan komputer yang memiliki sebuah komputer sebagai server dan komputer lain menjadi client
  • Peer to Peer adalah jaringan komputer dimana setiap komputer mampu berperan sebagai client dan juga server, dengan kalimat lain setiap komputer mempunyai kedudukan yang sama
sedangkan untuk istilah computer client dan komputer server adalah
  • komputer client yaitu komputer yang dalam pengoperasianya akan tergantung pada server dalam segi pelayanan program
  • komputer server adalah komputer dengan spesifikai khusus yang berfungsi memberikan pelayanan pada setiap client di bawahnya
Baca juga Hardware Jaringan


Perintah Dasar Mikrotik Router

Peirntah Dasar mikrotik Router ini merupakan lanjutan dari materi Direktori Mikrotik , kita akan mengenal perintah-perintah dasar pada mikrotik, mulai dari perintah penamaan sebuah router sampai setting ip Firewall nat

Bacalah dengan seksama, akan saya paparkan dua cara penulisan perintah untuk setiap perintah yang dapat dijalankan.


mengganti nama admin
system identity set name=ROUTERKU , kata ROUTERKU akan menjadi nama admin yang baru

memberi password  :
password    lalu enter
old pasword : ( pasword yang lama , jika baru diinstal berarti dikosongkan )
new password : ( masukkan password baru )
confirm new pasword : ( masukkan password baru sekali lagi )

mengembalikan setting pada kondisi default :
system reset ( dari direktori Admin )

mematikan mikrotik router
system shutdown ( dari direktori Admin )

merestart mikrotik
system reboot ( dari direktori Admin )

menuju direktori tertentu :
perintah interface kemudian enter akan membawa kita masuk kedalam direktori interface
perintah ip Address kemudian enter akan membawa kita masuk kedalam direktori ip Address
perintah ip route kemudian enter akan membawa kita masuk kedalam direktori ip route
perintah ip DNS kemudian enter akan membawa kita masuk kedalam direktori ip DNS 
perintah ip Firewall nat kemudian enter akan membawa kita masuk kedalam direktori ip firewall nat

untuk keluar dari sub direktori dan kembali ke direktori admin gunakan perintah " / " tanpa tanda petik

mengganti nama interface
set 0 name=lan / set ether1 name=lan ( dilakukan didalam direktori interface )
interface set 0 name-lan / interface set ether1 name=lan ( dilakukan dari Direktori admin )

memberi ip address
add address 192.0.0.1/24 interface=lan ( dari Direktori ip address )
ip address add address 192.0.0.1/24 interface=lan ( dari Direktori Admin )
ket :
/24 adalah subnetmask yang artinya 255.255.255.0
=lan adalah nama dari interface yang ingin di berikan ip address

menentukan gateway :
add gateway=192.0.0.1 ( dari Direktori ip Route )
ip route add gateway 192.0.0.1 ( dari Direktori Admin )

membuat sharing koneksi
add chain=scrnat out-interface=lan action=masquerade ( dari direktori ip firewal nat )
ip firewall nat add chain=scrnat out-interface=lan action=masquerade ( dari direktori Admin )
ket :
out-interface biasanya diisi dengan nama interface yang memiliki koneksi internet

melihat informasi Direktori :
Print / pr




perintah-perintah diatas adalah perintah dasar mikrotik, untuk mempelajari lebih dalam silahkan baca lanjutkan membaca perintah-perintah mikrotik 2